Prasasti Kerajaan, Penanda Peradaban dan Kekuasaan

Prasasti Kerajaan, Penanda Peradaban dan Kekuasaan – Prasasti kerajaan adalah peninggalan sejarah yang dibuat oleh raja atau pemerintah kerajaan di masa lalu. Biasanya terbuat dari batu atau logam, agar tulisan di dalamnya bisa bertahan lama. Prasasti ini penting karena memberi kita informasi tentang sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat zaman dahulu.

Dengan prasasti, kita bisa mengetahui siapa raja pada masa itu, peraturan yang berlaku, pembangunan istana atau candi, hingga cerita tentang kemenangan dalam perang. Jadi, prasasti bukan sekadar tulisan, tapi juga bukti nyata dari peradaban dan kekuasaan kerajaan.

Fungsi Prasasti Kerajaan

Prasasti kerajaan memiliki beberapa fungsi utama:

  1. Menunjukkan Kekuasaan Raja
    Banyak prasasti dibuat untuk menegaskan bahwa seorang raja memerintah dengan sah. Misalnya, ada prasasti yang mencatat pengangkatan raja baru atau penetapan wilayah kerajaan.

  2. Mencatat Peristiwa Penting
    Peristiwa besar, seperti penaklukan wilayah, pembangunan candi, atau perjanjian dengan kerajaan lain, sering dicatat di prasasti. Dengan begitu, sejarah tidak hilang dan bisa dipelajari generasi berikutnya.

  3. Menjadi Sumber Informasi Budaya dan Agama
    Beberapa prasasti berisi ajaran agama, mantra, atau cerita tentang dewa. Dari prasasti ini, kita bisa mengetahui kepercayaan masyarakat dan pengaruh agama pada masa itu.

  4. Sebagai Catatan Administrasi
    Prasasti juga mencatat peraturan kerajaan, pembagian wilayah, atau pajak. Ini membantu kerajaan mengatur rakyat dan menjadi bukti tertulis untuk generasi berikutnya.

Contoh Prasasti Peninggalan Kerajaan

Di Indonesia, terdapat beberapa prasasti terkenal yang menjadi bukti sejarah kerajaan:

  • Prasasti Kutai (Kalimantan Timur)
    Prasasti ini tertulis pada batu yupa menggunakan bahasa Sanskerta. Isinya mencatat pengangkatan Raja Mulawarman, raja pertama Kerajaan Kutai.

  • Prasasti Ciaruteun (Jawa Barat)
    Prasasti ini berupa ukiran kaki raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanagara, lengkap dengan tulisan yang menunjukkan kekuasaannya.

  • Prasasti Kedukan Bukit (Sumatra Selatan)
    Prasasti ini mencatat perjalanan raja Dapunta Hyang Sri Jayanasa dan pendirian Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7.

Setiap prasasti tidak hanya menceritakan sejarah kerajaan, tapi juga menunjukkan keterampilan menulis dan seni ukir yang tinggi pada masa itu.

Kesimpulan

Prasasti kerajaan adalah warisan sejarah yang sangat berharga. Mereka membantu kita memahami siapa raja yang memerintah, bagaimana masyarakat hidup, serta budaya dan agama yang berkembang pada masa itu.

Dengan mempelajari prasasti, kita bisa melihat bahwa sejarah bukan sekadar cerita lama, tapi bukti nyata dari peradaban yang membentuk bangsa. Setiap prasasti adalah jendela masa lalu, yang menghubungkan kita dengan kekuasaan dan kehidupan masyarakat zaman dahulu.


Scroll to Top